masker kain

Kelebihan Penggunaan Masker Kain di Masa Pandemi

  • August 20, 2021

Penggunaan masker pada saat pandemi seperti saat ini sangatlah penting.  Memakai masker tentu bertujuan untuk mencegah penyebaran yang lebih luas dari segala macam virus mematikan, termasuk covid-19. Selain menggunakan masker medis kita juga dapat menggunakan masker kain yang mana lebih ramah lingkungan. 

Tidak seperti masker medis yang sekali pakai, masker kain bisa digunakan berulang kali karena ia dapat dicuci sehingga lebih hemat. Selain masker kain sebenarnya ada banyak sekali jenis masker yang ada di pasaran seperti masker n99, masker bedah, dan juga masker n95. Namun, sekarang ini pemerintah sedang gencar-gencarnya meminta masyarakat untuk menggunakan masker kain sebagai pelapis luar sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran virus corona varian baru

Nah, meski sempat dipandang sebelah mata, berikut beberapa kelebihan masker kain yang perlu diketahui: 

Lebih Praktis dan Terjangkau

Menggunakan masker kain digadang-gadang lebih praktis dan juga terjangkau. Masker kain dapat dicuci dan digunakan kembali berulang-ulang. Adapun masker medis hanya sekali pakai karena tak dapat dicuci sebagaimana masker kain. Kondisi ini tentu saja akan banyak menghasilkan sampah.

Masker kain bisa kamu dapatkan dengan harga yang lebih terjangkau. Jika dibandingkan penjualan masker bedah yang kini mencapai 300.000 rupiah per kotaknya, tentu saja masker kain tak hanya sekadar lebih murah, tetapi murah sekali. Malah, kamu bisa membuat masker kain sendiri di rumah dengan memanfaatkan bahan-bahan sederhana. Ini menjadi salah satu kelebihan utama dari masker kain.

  • Cukup Efektif

Kualitas masker kain juga bisa diperhitungkan. Memang, masker medis jelas lebih ampuh dan efektif dalam menangkal virus corona. Perlu diketahui bahwa virus Sars-Cov-2 penyebab covid-19 sendiri berukuran 0,12 hingga 0,18 mikron. Dalam penelitian terhadap partikel 0,02 mikron, masker bedah efektif melindungi penggunanya hingga 97 persen. 

Sementara, bahan kain sejenis lap yang digunakan sebagai masker efektif hingga 83 persen apabila digunakan satu lapis. Apabila digunakan dua lapis, efektifitasnya hampir sama dengan masker bedah yaitu 93 persen. Sementera itu, masker yang terbuat dari bahan kain katun jika digunakan satu lapis memiliki efektifitas hingga 69 persen. Namun, jika dibuat menjadi dua lapis bisa naik hingga 71 persen. 

Penggunaan masker kain juga dapat  menahan droplet atau air percikan batuk atau bersin yang bisa ditularkan penderita Covid-19 ke orang lain. Kemampuan ini sempat diragukan oleh banyak orang. Namun, penggunaan masker kain terbukti dapat menahan droplet atau cairan yang terdapat virus. Meskipun demikian, pemakaian masker kain ini tidak dapat digunakan terlalau lama. Setidaknya kamu hanya dapat mengenakan masker kain dalam kurun waktu 3 jam, lebih dari itu, kamu disarankan menggantinya.

Bahan Kain Apa yang Paling Efektif Menyaring Partikel?

Berikut jenis kain yang diuji dan efektivitasnya dalam menyaring partikel berukuran 0,02 mikron, sesuai ukuran virus corona.

  • Kain lap: 73 persen
  • Bahan cotton blend: 70 persen
  • Sarung bantal antimikroba: 68 persen
  • Linen: 62 persen
  • Sarung bantal biasa: 57 persen
  • Sutra: 54 persen
  • Katun: 51 persen
  • Syal: 49 persen

Penggunaan masker kain memang sudah kalah pamor dari masker medis. Apalagi sejak masker medis sudah lebih mudah dijangkau dan harganya turun drastis. Namun, bukan berarti masker kain bisa “dibuang” begitu saja. Nyatanya, belakangan pemerintah kembali menggalakkan penggunaan masker kain, kendati hanya untuk pelapis masker medis.

Intinya, masker apa pun yang kaian pakai, pastikan masker itu digunakan secara baik dan benar. Masker kain bisa efektif menangkal virus andai digunakan sebagaimana mestinya. Sebaliknya, masker medis pun tidak akan mampu menangkal virus jika digunakan tidak dengan benar.