Atasi Infeksi Jamur Kandidiasis dengan Diflucan 150 mg

  • August 18, 2021

Kandidiasis adalah kondisi yang terjadi akibat infeksi jamur candida. Jamur ini tumbuh secara alami pada sejumlah kecil kulit. Meskipun kondisi ini dianggap tidak berbahaya, Anda tetap perlu menggunakan obat untuk meredakan gejalanya, salah satunya dengan obat Diflucan 150 mg

Obat Diflucan merupakan obat yang hadir dalam bentuk kapsul dan mengandung fluconazole di dalamnya. Obat ini tergolong sebagai obat keras, sehingga untuk mendapatkannya Anda akan memerlukan resep dari dokter. 

Tanda-tanda perlu menggunakan Diflucan 150 mg

Anda mungkin tidak tahu kapan waktu yang tepat untuk mulai menggunakan obat ini. Sebenarnya, waktu yang tepat untuk mengonsumsi obat ini bisa dilihat dari tanda-tenada gejala kandidiasis.

Apabila Anda terinfeksi dan menderita kandidiasis, maka Anda akan merasakan gejala umum berupa munculnya ruam. Biasanya, ruam ini akan menyebabkan kemerahan serta rasa gatal yang sangat parah. 

Dalam beberapa kasus, ruam akibat infeks ini juga bisa membuat kulit menjadi pecah-pecah, melepuh, dan terasa sakit. Ruam ini bisa tumbuh di area tubuh mana saja, tapi akan lebih mungkin terlihat pada lipatan kulit, seperti di ketiak, selangkangan, belakang lutut, jari-jari, dan lain sebagainya. 

Jika Anda merasakan adanya gejala ini, mungkin Anda perlu menggunakan obat Diflucan 150 mg. Akan tetapi, perlu diperhatikan bahwa gejala ruam pada kulit adalah gejala umum penyakit kulit, sehingga bisa saja kondisi yang Anda derita bukanlah kandidiasis melainkan penyakit lain.

Oleh sebab itu, akan lebih baik jika Anda berkonsultasi lebih dulu dengan dokter mengenai hal ini. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan informasi pasti apakah Anda memang menderita kandidiasis atau bukan. 

Memaksimalkan penyembuhan dengan perawatan di rumah

Selain mengandalkan obat Diflucan 150 mg, Anda juga bisa memaksimalkan penyembuhan dengan melakukan upaya perawatan mandiri di rumah. Caranya dengan menerapkan hal-hal berikut: 

  • Menjaga kebersihan kulit

Cara paling utama adalah dengan memastikan kulit Anda tetap dalam keadaan bersih. Pastikan Anda rutin membersihkan tubuh secara teratur dengan menggunakan sabun mandi.

Selain itu, setelah mandi, pastikan tubuh Anda dalam keadaan kering sebelum mengenakan pakaian. Ini penting karena jamur lebih mudah tumbuh jika kulit Anda lembab.

  • Bijak berpakaian

Anda juga perlu memerhatikan cara Anda berpakaian jika ingin menghindari infeksi jamur. Jika pakaian basah, entah karena keringat ataupun terkena hujan, segera ganti ke pakaian yang kering dan bersih.

Jangan lupa juga untuk mengganti kaos kaki dan pakaian dalam secara teratur. Kemudian, ingatlah untuk tidak memakai pakaian yang terlalu ketat.

  • Menurunkan kadar gula darah

Secara tidak langsung, kadar gula darah yang tidak normal akan mendorong pertumbuhan jamur penyebab kandidiasis. Karena itu, Anda perlu menjaga kadar gula darah Anda. 

Sebaiknya turunkan kadar gula darah Anda agar tetap berada pada kadar normal. Hal ini penting guna menghindari infeksi jamur.

Selain melakukan cara-cara di atas, jangan lupa untuk tetap mengonsumsi obat Diflucan 150 mg sesuai dengan ajuran dari dokter Anda. Pastikan Anda mengonsumsi obat tersebut dengan dosis yang tepat dan dengan cara yang benar, agar pemakaiannya pun menjadi lebih maksimal.

Ketika akan menyimpan obat ini, pastikan Anda menyimpannya di tempat yang sejuk. Jauhkan dari tempat penyimpanan yang mudah terpapar oleh matahari. Selain itu, pastikan juga Anda menyimpan obat Diflucan 150 mg di tempat yang jauh dari jangkauan anak-anak.

esperson salep

Tanda-tanda Kulit Butuh Esperson Salep

  • August 16, 2021

Kulit kering kerap menyeret Anda ke berbagai masalah kulit yang menyebalkan. Contohnya saja, kondisi kulit ekstrem bisa berujung pada peradangan yang menimbulkan penyakit eksim maupun psoriasis. Jika sudah demikian, Anda sangat membutuhkan Esperson Salep untuk mengurangi ketidaknyamanan yang Anda rasakan. 

Eksim sendiri merupakan kondisi masalah kulit kronis yang bersifat kambuhan. Bukan hanya peradangan kulit, penderita eksim juga sangat mungkin mengalami demam sampai sesak napas ketika penyakit ini sedang kambuh. Sementara itu, psoriasis merupakan masalah kulit yang bersifat jangka panjang. Penderita penyakit ini bisa mengalami peradangan di kulit yang semakin meluas dari waktu ke waktu dan disertai nyeri sendi yang hilang timbul. 

Gejala umum dari kedua masalah kulit ini yang berkaitan dengan peradangan di kulit tidak jauh berbeda. Berikut ini adalah beberapa gejala umum dari eksim maupun psoriasis yang sangat mungkin Anda redakan menggunakan Esperson Salep

Gatal-gatal 

Kulit kering yang meradang tidak jarang akan membuat Anda merasa gatal-gatal di sekujur tubuh. Kondisi gatal-gatal ini biasanya akan semakin parah pada malam hari atau saat Anda tidur. Bersiaplah untuk tidak bisa tidur nyenyak karena rasa gatal yang mengganggu. Anda mungkin hendak menghilangkan rasa gatal dengan kompresan panas, namun sebaiknya hal tersebut tidak dilakukan karena membuat kulit kering semakin meradang. Jika ingin meredakan rasa gatal, Anda bisa mengoleskan Esperson Salep ataupun menggunakan kompres dingin sebagai alternatif. 

Kulit Pecah 

Tidak jarang penderita eksim maupun psoriasis akan memiliki area-area kulit yang berdarah. Ini terjadi bukan tanpa alasan. Pasalnya, kondisi kulit kering akan membuat peradangan yang membuat kulit pecah-pecah lebih mudah timbul. Pada pemecahan kulit tersebut, tidak jarang darah akan ikut keluar dan mengering di area kulit Anda. 

Ruam 

Ruam menjadi tanda yang khas bagi pemilik kulit kering ekstrem. Penderita eksim maupun psoriasis pun mudah mengalami ruam-ruam di sekujur tubuhnya. Bukan hanya berupa bercak merah yang membundar, ruam juga bisa berwarna abu-abu sampai kecokelatan. Ruam biasanya terjadi di area tangan, kaki, leher, sampai kelopak mata. Berikanlah Esperson Salep di area ruam agar cepat menghilang dan tidak bergabung satu sama lain sehingga menutupi area kulit secara meluas. 

Kulit Bersisik 

Pada penderita kulit kering ekstrem, penebalan kulit kerap terjadi. Penebalan inilah yang pada akhirnya bisa berpengaruh pada tekstur kulit. Tidak jarang, penebalan kulit berujung pada masalah kulit bersisik yang terasa tidak nyaman dan mengganggu penampilan Anda. 

Plak di Kulit Kepala 

Gejala kulit kering bukan hanya bisa didapati di area kulit tubuh. Ingatlah bahwa kulit kepala Anda tidak lain bagian dari kulit itu sendiri. Kulit kering ekstrem bisa menyebabkan pertumbuhan plak di kulit kepala. Yang jika dibiarkan, hal ini dapat membuat kulit kepala menebal, bersisik, sampai berdarah. Namun, penanganan kulit kering untuk kulit kepala tidak bisa disamakan dengan kulit tubuh. Anda tidak disarankan memberikan Esperson Salep di area kulit kepala. 

Benjolan Menonjol 

Ini merupakan tanda kulit kering Anda sudah sangat parah dan sebenarnya sangat membutuhkan penanganan medis. Benjolan menonjol umumnya akan timbul pada kulit kering ekstrem. Benjolan tersebut bisa mengeluarkan cairan. Ketika Anda mencoba memecahkannya, benjolan tersebut justru akan menebal dan membuat tekstur dan warna area kulit yang terkena berubah. 

Esperson Salep bisa menangani berbagai tanda kulit kering ekstrem di atas. Namun, Anda harus memahami bahwa Esperson Salep tergolong obat topikal keras yang pemakaiannya harus sesuai saran dokter.